Hidup seperti Yesus hidup
Yesus telah mati di kayu salib
bukan hanya untuk menebus dosa orang kristen saja. Tetapi Dia mati untuk semua
umat manusia. Ketika kita berbicara semua umat manusia, ya kita berbicara bahwa
Yesus juga mati untuk orang Islam, untuk orang Budha, orang Hindu, bahkan untuk
orang-orang yang mengaku menganut Atheis. Keselamatan adalah sebuah
kasihkarunia yang sangat besar sebagai bukti betapa Allah sangat mengasihi
semua umat manusia.
Bermula dari masa Adam dan Hawa
yang jatuh ke dalam dosa ketika berada di Taman Eden, sejak itulah hubungan
manusia dan Allah menjadi sangat jauh. Karena semakin banyak manusia yang
berbuat dosa, akhirnya Allah mengirim anakNya yang tunggal yaitu Yesus Kristus,
untuk datang ke dunia menebus semua dosa umat manusia. Ketika Yesus mati di
kayu salib, Dia tidak hanya membuktikan kebangkitanNya, tapi Dia juga
menyatakan kemenanganNya bagi kita semua.
Bersyukurlah kalau saat ini kita
sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan
Juru Selamat. Tetapi apabila ada dari saudara yang belum menerima Yesus, saya
akan menjelaskan betapa Yesus sangat mencintai anda, dan betapa Dia merindukan
anda untuk menerima dan mengenalNya.
Kematian dan kebangkitan Yesus
adalah awal dari sebuah kasih karunia yang sangat luar biasa. Apakah arti kasih
karunia itu sendiri? Kasih karunia adalah sesuatu yang tidak layak kita terima,
tetapi karena Yesus, akhirnya kita ‘dilayakkan’ untuk dapat menerima itu.
Sebagai manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa, sudah sepantasnya untuk kita
masuk ke neraka. Tapi karena Yesus, karena salib Yesus, kita tidak perlu
khawatir lagi. Sebab semua dosa kita sudah di tebus dan lunas di bayar. Tidak
ada yang dapat menuju surga selain pengenalan akan Yesus. Karena hanya Dialah
satu-satunya jalan kebenaran dan hidup.
Yesus sudah menyelesaikan semuaNya
di kayu salib 2000 tahun yang lalu. Sekarang pertanyaannya, hidup yang
bagaimanakah yang harus kita hidupi untuk menghargai kematian Yesus? Jawabannya cukup simple, yaitu ‘hidup seperti
Yesus hidup’. Sejak saya bertobat, sampai bisa menjadi saya yang sekarang, saya
memegang teguh prinsip tersebut. Karena tidak ada satu pribadipun di dunia ini
yang dapat menjadi panutan, selain pribadi Yesus.
Bagaimanakah pribadi Yesus itu?
Saya dapat menyimpulkan pribadi
Yesus hanya dengan kata ini.. ‘Yesus itu natural, tetapi juga supranatural’.
Saya katakan demikian, karena ketika Dia hidup dengan kedua belas muridNya, Dia
sama seperti manusia biasa. Mulai dari cara berpakaian, cara makan, cara
bergaul, ya bisa di bilang Dia adalah pribadi yang sangat manusiawi. Tetapi
disamping itu, Dia juga adalah pribadi yang melakukan banyak sekali mukjizat.
Mulai dari merubah air menjadi anggur, menyembuhkan orang kusta, orang buta,
orang tuli, memberi makan lima ribu orang, dan masih banyak lagi.
Dari sedikit penjelasan itu, dapat
kita ambil suatu kesimpulan, bahwa kitapun harus menjadi orang kristen yang
natural sekaligus supranatural. Menjadi
pribadi yang natural berbicara tentang bagaimana kita menjadi orang kristen
yang apa adanya. Tuhan tidak melihat apa yang di luar, tetapi Yesus melihat
hati kita, Dia melihat setiap karakter dalam hidup kita.
Semakin hari yang menjadi fokus
kita bukanlah penampilan secara fisik ataupun cita-cita dan masa depan. Tetapi
yang harus menjadi fokus kita adalah menjadi pribadi seperti Yesus. Rajin-rajinlah
membaca Alkitab, karena dari Alkitab inilah kita dapat mengetahui kehidupan
seperti apa yang Yesus lakukan ketika ada di dunia ini. God Bless (MO)