My News

Friday, November 15, 2013

Hidup Seperti Yesus Hidup

Hidup seperti Yesus hidup
Yesus telah mati di kayu salib bukan hanya untuk menebus dosa orang kristen saja. Tetapi Dia mati untuk semua umat manusia. Ketika kita berbicara semua umat manusia, ya kita berbicara bahwa Yesus juga mati untuk orang Islam, untuk orang Budha, orang Hindu, bahkan untuk orang-orang yang mengaku menganut Atheis. Keselamatan adalah sebuah kasihkarunia yang sangat besar sebagai bukti betapa Allah sangat mengasihi semua umat manusia.
Bermula dari masa Adam dan Hawa yang jatuh ke dalam dosa ketika berada di Taman Eden, sejak itulah hubungan manusia dan Allah menjadi sangat jauh. Karena semakin banyak manusia yang berbuat dosa, akhirnya Allah mengirim anakNya yang tunggal yaitu Yesus Kristus, untuk datang ke dunia menebus semua dosa umat manusia. Ketika Yesus mati di kayu salib, Dia tidak hanya membuktikan kebangkitanNya, tapi Dia juga menyatakan kemenanganNya bagi kita semua.
Bersyukurlah kalau saat ini kita sudah menerima Yesus sebagai  Tuhan dan Juru Selamat. Tetapi apabila ada dari saudara yang belum menerima Yesus, saya akan menjelaskan betapa Yesus sangat mencintai anda, dan betapa Dia merindukan anda untuk menerima dan mengenalNya.
Kematian dan kebangkitan Yesus adalah awal dari sebuah kasih karunia yang sangat luar biasa. Apakah arti kasih karunia itu sendiri? Kasih karunia adalah sesuatu yang tidak layak kita terima, tetapi karena Yesus, akhirnya kita ‘dilayakkan’ untuk dapat menerima itu. Sebagai manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa, sudah sepantasnya untuk kita masuk ke neraka. Tapi karena Yesus, karena salib Yesus, kita tidak perlu khawatir lagi. Sebab semua dosa kita sudah di tebus dan lunas di bayar. Tidak ada yang dapat menuju surga selain pengenalan akan Yesus. Karena hanya Dialah satu-satunya jalan kebenaran dan hidup.
Yesus sudah menyelesaikan semuaNya di kayu salib 2000 tahun yang lalu. Sekarang pertanyaannya, hidup yang bagaimanakah yang harus kita hidupi untuk menghargai kematian Yesus?  Jawabannya cukup simple, yaitu ‘hidup seperti Yesus hidup’. Sejak saya bertobat, sampai bisa menjadi saya yang sekarang, saya memegang teguh prinsip tersebut. Karena tidak ada satu pribadipun di dunia ini yang dapat menjadi panutan, selain pribadi Yesus.
Bagaimanakah pribadi Yesus itu?
Saya dapat menyimpulkan pribadi Yesus hanya dengan kata ini.. ‘Yesus itu natural, tetapi juga supranatural’. Saya katakan demikian, karena ketika Dia hidup dengan kedua belas muridNya, Dia sama seperti manusia biasa. Mulai dari cara berpakaian, cara makan, cara bergaul, ya bisa di bilang Dia adalah pribadi yang sangat manusiawi. Tetapi disamping itu, Dia juga adalah pribadi yang melakukan banyak sekali mukjizat. Mulai dari merubah air menjadi anggur, menyembuhkan orang kusta, orang buta, orang tuli, memberi makan lima ribu orang, dan masih banyak lagi.
Dari sedikit penjelasan itu, dapat kita ambil suatu kesimpulan, bahwa kitapun harus menjadi orang kristen yang natural sekaligus supranatural.  Menjadi pribadi yang natural berbicara tentang bagaimana kita menjadi orang kristen yang apa adanya. Tuhan tidak melihat apa yang di luar, tetapi Yesus melihat hati kita, Dia melihat setiap karakter dalam hidup kita.

Semakin hari yang menjadi fokus kita bukanlah penampilan secara fisik ataupun cita-cita dan masa depan. Tetapi yang harus menjadi fokus kita adalah menjadi pribadi seperti Yesus. Rajin-rajinlah membaca Alkitab, karena dari Alkitab inilah kita dapat mengetahui kehidupan seperti apa yang Yesus lakukan ketika ada di dunia ini. God Bless (MO)